MEMBANGUN DESA DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENUJU MASYARAKAT DESA MELEK IT

Artikel

Sejarah Desa Munggugianti

07 Juni 2022 22:38:09  Administrator  803 Kali Dibaca 

Desa Munggugianti merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik berjarak kurang lebih 1 km dari pusat Kantor Kecamatan dan 30 Km dari Kantor Kabupaten  Gresik. Ketinggian rata-rata Desa Munggugianti adalah 4 M dari permukaan laut. sebelah utara berbatasan dengan Desa Sirnoboyo, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Bulangkulon, sebelah timur berbatasan dengan Desa Bulurejo, sedangkan di desa barat berbatasan dengan Desa Kedungrukem. Bagian utara Desa Munggugianti di dominasi oleh pemukiman warga 22,566 ha sawah 90,210 dst, sebelah selatan lahan pertanian dan sungai lamong barat lahan pertanian dan timur pertanian Total luas wilayah Desa Munggugianti adalah 24.16.Ha.

Desa Munggugianti salah satu dari wilayah Ibu Kota Kecamatan  Benjeng. Berada pada jalan arteri Kabupaten, menjadi akses utama transpotasi kedaraan roda dua dan roda empat. Terdiri dari 2 dusun yaitu Munggu dan Gianti di seblah selatan.

Desa ini awalnya bernama Munggurawuh, masyarakat hidup tenang, dan damai. Bersama warga saling bekerja dan bergotong royong membangun desa. Sebagai masyarakat jawa jaman dahulu mempunyai prinsip “mangan gak mangan seng penting tetep kumpul”. Artinya Makan tidak makan yan penting bersama-bersama, prinsip ini semakin menunjukan sifat gotong royongan dan kebersamaan antar warga.

namun perkembangan zaman, mulaihlah muncul penyakit aneh yang belum pernah ada sebelumnya. Berdasarkan cerita pada tahun 1945, banyak penduduk yang di landa penyakit. Penyakit baru ini menimbulkan keresahan warga walaupun dengan berbagai pengobatan sudah dicoba. Namun tidak mampu menyembuhkan dengan mujarab.

Atas saran orang orang tua yang pintar dalam ilmu supranatural, mereka mengusulkan agar nama desa diganti. Desa ini perlu nama baru yang lebih baik dan membawa keberuntungan dan keselamatan. Tidak lupa saat pengukuhan nama baru ini, semua warga agar berdoa bersama dengan selamatan seadanya. Akhirnya atas kesepakatan warga desa Munggurawuh diganti nama menjadi Munggugianti.

Dengan pertimbangan di sebelah desa ini dibentuk oleh dua dusun, yaitu Dusun Munggu dan Dusun Gianti. Akhirnya dua nama itu dijadikan satu, menjadi Munggugianti

Selain pergantian nama, atas saran warga, perubahan akses jalan juga diperlukan. Menurut perhitungan jawa dan tata letak yang baik, nantinya akan ketemu “sandang pangan” yang artinya kemakmuran, dan tidak ketemu “loro pati” atau kesusahan.

Kemudian disepakati akses jalan yang semula lurus dari utara ke selatan, kemudian dibelokkan ke barat sekira 30 meter, dan lurus lagi ke selatan. Tempat tikungan sekarang dipakai lahan gedung TK dan PAUD.

Dengan bergantinya nama desa, dan merubah lokasi jalan desa, akhirnya penduduk sudah tidak mengalami penyakit seperti sebelumnya. Warga menjadi tentram dan nyaman dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Kepala Desa yang pernah memimpin, yang diketahui mulai pertama hingga sekarang adalah sebagai berikut :

  1. Nidi Sonto Astro
  2. Arsim Dono Sasoto (         – 1972)
  3. M. Wonadi (1972 – 1990)
  4. Hariadi (1990 – 2008)
  5. Fatkhur Rozi (2008 – sekarang)

Leluhur desa yang dikenal sebagai danyang desa, di Munggugianti katanya seorang putri, dikenal dengan nama Mbah Yanti. Berada di telaga Desa, terletak di sisi utara sebelah jalan raya arteri kabupaten. Di tempat ini, dahulu di tengah telaga terdapat batu besar yang tengahnya berlubang, hingga menyerupai lumpang. Setiap malam Jumat legi, pada jaman dahulu tempat ini sering digunakan sebagai “barikan” atau berdoa bersama oleh warga dengan keyakinan jawa.

Diceritakan pula bahwa suatu waktu, warga berniat memindahkan batu lumpang tersebut. Oleh warga batu ini diangkat dan dipindahkan, namun meskipun dengan beberapa orang diangkat bersama-sama, batu tidak bergeser sama sekali. Akhirnya berkat petunjuk dari orang sakti, ternyata yang bisa memindahkan batu tersebut adalah “arek angon” atau anak penggembala.

Dengan hanya kekuatan seorang anak remaja, ternyata bisa memindahkan batu tersebut ke tempat yang dikehendaki. Menurut penuturan warga, ini menunjukkan bahwa “arek angon” adalah seorang anak yang belum punya dosa namun sudah mampu bekerja keras dan bertanggung jawab, dalam melaksanakan pekerjaan atau tugas. Sehingga hanya orang-orang yang dengan jiwa bersih dan bertanggung jawab, yang bisa melaksanakan pekerjaan seberat apapun.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

 Agenda

 Sinergi Program

 Pemerintah Desa

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:148
    Kemarin:120
    Total Pengunjung:59.684
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:104.23.243.28
    Browser:Mozilla 5.0

 Jam Kerja

  • Hari Mulai Selesai